Headline

Senin, 20 April 2020

Sembuh, Kepulangan Pasien Positif Covid-19 di Rohul Dilepas Haru Petugas Medis


PASIR PENGARAIAN - AS (56) pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh oleh tim dokter RSUD Rohul, Senin (20/4/2020) siang sudah diperbolehkan pulang.

Kepulangan AS dari ruang isolasi RSUD Rohul dilepas pihak manajemen RSUD, perawat, petugas kebersihan, tim gizi dan tim dokter yang 25 hari ini setia merawatnya hingga sembuh.

Suasana pelepasan pasien positif Covid-19 yang sembuh berlangsung penuh haru dan suka cita. Para tenaga medis berbaris berjejer di selasar ruang isolasi dengan memegangi bunga, mengiringi pasien ke ambulans yang diantar dengan menggunakan kursi roda.

Sebelum diberangkatkan dari RSUD, seorang staf RSUD Rohul sempat menangis membacakan puisi untuk pasien. Dalam puisinya, staf RSUD tersebut memotivasi pasien untuk tetap semangat pasca terpapar virus yang kini belum ditemukan obatnya tersebut. Direktur RSUD Rohul juga memberikan bingkisan sebagai bentuk simpati dan apresiasi kepada pasien.

Dalam sambutannya, AS tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih kepada petugas, perawat dan tenaga medis di RSUD Rohul yang sudah hampir satu bulan ini merawatnya. "Saya merasa mendapat keluarga baru selama dirawat di sini," cakapnya.

Kepada para tenaga medis dan manajemenrRumah sakit, AS menyampaikan dirinya sempat pasrah dengan penyakit yang dideritanya. Namun, tengah kepasrahannya itu ia teringat keluarga dan perjuangan tim medis yang sudah berjuang untuk menyembuhkannya.

"Saya terbayang, betapa kecewanya para petugas, perawat dan dokter yang merawat saya, kalau saya tidak berjuang melawan penyakit ini," cakapnya menangis haru.

AS mengaku perjuangan dari tim medis membuat semangat dirinya dalam berjuang melawan Covid-19 ini hidup kembali, disamping motivasi dari keluarga.

"Mudah-mudahan perjuangan bapak dan ibu dapat balasan dari Allah SWT," cakapnya sambil menitikkan air mata.

Di tempat yang sama, Direktur RSUD Rohul dr. Novil berpesan kepada pasien agar tetap mematuhi anjuran dokter dan tetap melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Novil juga menyatakan, bahwa kesembuhan pasien Covid-19 ini tidak hanya ditentukan dari aspek klinis namun juga aspek psikosomatis (motivasi). "Kesembuhan bapak merupakan hasil ikhtiar dan kerja keras bersama serta izin dari Allah SWT," ujarnya.

Sepulangnya ke rumah, Novil juga mengharapkan AS dapat menjadi penyambung lidah dari RSUD dan Tenaga Medis yang bertugas dalam penanganan Covid-19 agar dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap disiplin mengikuti anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Kami mengharapkan bapak menyampaikan kepada masyarakat dapat menjalankan anjuran pemerintah dengan tetap berada di rumah dan tetap waspada akan wabah ini. Kedisiplinan masyarakat mengikuti anjuran pemerintah adalah benteng terdepan mencegah penularan wabah Covid-19. Ini akan sangat menolong sekali bagi para tenaga medis yang bertugas di benteng terakhir," tandasnya.

AS dipulangkan dengan menggunakan mobil ambulans khusus dan dilepas langsung oleh Direktur RSUD Rohul dr. Novil dan dokter yang menanganinya masing-masing dr. Zuldi Afki Sp.p dan dr. Sutan Hasibuan SP.p. By Cakaplahcom

Jumat, 17 April 2020

Belenggu Corona COVID-19 Menutup Masjid Al Aqsa Ramadan 2020


Yerussalem - Umumnya Ramadan menarik puluhan ribu Muslim setiap hari ke Masjid Al Aqsa dan Dome of the Rock yang berdekatan untuk salat malam yang dikenal sebagai tarawih. Tapi, sepertinya hal itu tak akan terjadi tahun ini.

Langkah pencegahan agar Virus Corona COVID-19 tak meluas, jadi alasan atas ketiadaan aktivitas umat Muslim di Masjid Al Aqsa pada Ramadan 2020.

Jerusalem Islamic Waqf, membuat keputusan untuk menutup situs suci bagi para jamaah Muslim selama bulan suci Ramadan yang tengah dalam belenggu Virus Corona COVID-19.

"Kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem akan ditutup untuk jamaah Muslim selama bulan suci puasa Ramadan karena pandemi Virus Corona baru," kata ulama Muslim di situs tersuci ketiga Islam seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (18/4/2020).

Jerusalem Islamic Waqf, dewan yang ditunjuk Yordania untuk mengawasi situs-situs Islam di kompleks suci Al Aqsa, menyebut keputusan itu "menyakitkan".

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Kamis (16 Apirl), dewan mengatakan langkah itu "sejalan dengan fatwa hukum (pendapat ulama) dan nasihat medis".

"Muslim harus melakukan salat di rumah selama bulan Ramadan, untuk menjaga keselamatan mereka", kata dewan itu.

Kendati demikian, panggilan salat untuk Muslim masih akan berlangsung lima kali sehari di lokasi selama bulan Ramadan, dan pekerja sektor religius masih akan diizinkan masuk, tambah pernyataan itu.

Sebelumnya, Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem sepenuhnya ditutup untuk umum mulai Senin 23 Maret. Demikian otoritas yang mengelola situs-situs suci Muslim di kota itu mengumumkan.

Langkah langka ini dilakukan untuk memerangi penyebaran Virus Corona baru.

"Ini adalah pertama kalinya sejak 1967, situs tersuci ketiga Islam akan ditutup untuk jemaah karena arahan dari Waqf, yayasan Muslim yang mengelola kompleks," kata Direktur Masjid Al-Aqsa, Sheikh Omar al-Kisswani kepada AFP yang dikutip Senin (23/3/2020).

Israel, yang mengontrol pintu masuk ke kompleks itu, sebelumnya telah memblokir akses ke situs titik kumpul utama, yang merupakan fokus aspirasi Palestina untuk kenegaraan.

Menurut pernyataan dari Waqf pada Minggu 22 Maret 2020, jemaah tidak akan dapat mengunjungi situs sementara, "sebagai tanggapan atas rekomendasi agama dan medis."

Sebelumnya, beberapa ratus orang menghadiri salat pada hari Jumat, setelah masjid itu sendiri ditutup oleh Waqf sebagai tanggapan atas pandemi Virus Corona COVID-19. Jumlahnya mengalami penurunan tajam dari 30.000 orang yang biasanya hadir, karena langkah-langkah pencegahan terus dilakukan.

"Hanya karyawan masjid yang akan dapat terus beribadah di bagian luar masjid," demikian pernyataan hari Minggu menambahkan.

Yordania adalah penjaga kompleks itu, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Sharif, atau Tempat Suci, dan Temple Mount oleh orang-orang Yahudi, yang meliputi masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock. By Liputan6com

Geser Filipina, Indonesia Catatkan Kasus Corona Tertinggi di ASEAN

Rapid test Virus Corona COVID-19
Jakarta - Penambahan kasus baru positif virus Corona COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Jumat (17/4/2020) jumlah kasus positif menjadi 5.923, 607 sembuh, dan 520 meninggal.

"Konfirmasi positif COVID-19 adalah 5.923, kita bersyukur yang sembuh mencapai 607 orang dan ini akan terus meningkat dalam jumlah yang cukup besar dalam beberapa hari kedepan," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Jumat (17/4/2020).

Kasus ini juga mencatatkan penambahan angka tertinggi sejak awal kasus Corona muncul di Indonesia. Terdapat 407 kasus baru yang dilaporkan di 19 provinsi.

Selain itu, penambahan jumlah ini membuat Indonesia menggeser Filipina menjadi negara dengan kasus positif dan angka kematian tertinggi akibat virus Corona di ASEAN.

Berikut jumlah kasus virus Corona di beberapa negara ASEAN per Jumat (17/4/2020):

Indonesia 5.923 kasus, sembuh 607, meninggal 520
Filipina 5.878 kasus, sembuh 487, meninggal 387
Malaysia 5.251 kasus, sembuh 2967, meninggal 86
Singapura 5.050 kasus, sembuh 683, meninggal 10
Thailand 2.700 kasus, sembuh 1689, meninggal 47
Vietnam 268 kasus, sembuh 198, meninggal 0
Brunei Darussalam 136 kasus, sembuh 112, meninggal 1
Kamboja 122 kasus, sembuh 98, meninggal 0
Myanmar 75 kasus, sembuh 2, meninggal 4
Laos 19 kasus, sembuh 2, meninggal 0

Selasa, 14 April 2020

Pemberlakukan PSBB di Pekanbaru Tunggu Persetujuan Gubernur


PEKANBARU - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka mengatasi wabah virus Corona atau Covid-19 di Kota Pekanbaru belum bisa dilaksanakan jika Peraturan Walikota belum ditandatangani Gubernur Riau. Saat ini naskah peraturan masih di Gubernur Riau.

''Kini Peraturan Walikota (Pekanbaru) masih di Gubernur, kemarin sore kami kirim,'' kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman kepada Antara di Pekanbaru, Selasa (14/4/2020).

Mas Irba H Sulaiman mengatakan, jika besok Rabu (15/4/2020) Perwako tersebut sudah diterima dari Pemprov Riau, maka butuh waktu dua hari untuk disosialisasikan ke masyarakat. ''Sehingga sesuai rencana Tim Gugus Tugas Covid-19, PSBB sudah efektif berlaku 17 April 2020," katanya.

Sebelum ditandatangani Gubernur Riau, aturan tersebut akan dicek lebih dulu agar tidak bertentangan dengan aturan lainnya. ''Gubernur akan melihat kembali agar nantinya ada keharmonisan dengan Pergub. Jangan sampai ada peraturan yang tidak sinkron antara Perwako dengan Pergub," kata Irba.

Dia menjelaskan, PSBB yang akan diterapkan oleh Kota Pekanbaru berbeda dengan yang sudah dijalankan DKI Jakarta dimana merumahkan masyarakat 1x24 jam. PSBB yang diatur dalam Perwako adalah pemberlakuan jam malam. Nantinya, warga tidak boleh beraktivitas di luar rumah mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Namun, aturan ini tidak kaku, bagi masyarakat yang memiliki urusan penting dan mendesak tetap ada pertimbangan.

''Kita tetap memberikan perlakuan khusus buat masyarakat atau ojek online. Misalkan, mengantarkan warga untuk berobat atau membeli obat yang sifatnya mendesak. Tapi kalau tujuannya hanya untuk main ke mal, atau tidak ada keperluan mendesak, kita larang," kata Irba.

Di luar jam malam itu, selama PSBB, masyarakat masih bisa beraktivitas pada siang hari. Namun, wajib menggunakan masker saat keluar dari rumah.

Artinya saat siang hari masyarakat Pekanbaru yang punya usaha makanan tetap bisa beraktivitas tetapi dengan syarat memenuhi protokol Covid-19.

"Warung bisa tetap buka sampai malam tapi hanya melayani pembelian sistem bungkus, tidak makan di tempat," katanya.

PSBB itu juga mengatur soal bus hanya boleh membawa 50 persen penumpang dari total kapasitas tempat duduk yang ada. Aturan itu berlaku untuk bus ke luar kota ataupun di dalam kota.

"Bus antar kota antar provinsi, misalkan, hanya boleh membawa 50 persen dari jumlah tempat duduk yang tersedia. Begitu juga bus kota," kata Irba. By goriaucom

Senin, 13 April 2020

Pekanbaru Masuk Zona Merah Covid-19, Gubernur Riau Minta Masyarakat di Rumah Saja dan Tetap Waspada


PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengumumkan, bahwa Kota Pekanbaru masuk sebagai zona merah sebaran virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Riau.

"Riau, salah satunya Pekanbaru sudah tergolong daerah terjangkit zona merah. Kalau sekarang ini masih ada warga kita yang mengatakan Pekanbaru masih zona hijau perlu dikasih pemahaman. Kita ini sudah terjangkit dan kita harus meningkatkan kewaspadaan," kata Gubri di Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (13/4/2020).

Adapun kewaspadaan yang dimaksud Gubri ini yaitu masyarakat diminta untuk mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus. Diantaranya dengan tetap tenang dan tingkatkan kewaspadaan, lakukan pembatasan fisik (physical distancing).

Selain itu, bila harus keluar, gunakan masker sesuai dengan imbauan Gubernur Riau Nomor 96 Tahun 2020 tentang penggunaan masker untuk mencegah penularan Covid-19. Rutin mencuci tangan. Jaga pola hidup sehat, makan buah dan sayuran, berolahraga rutin, konsumsi vitamin yang cukup.

"Maka pilihan yang terbaik adalah tetap di rumah dan hindari keramaian," tegas Gubri. By Goriaucom

Sabtu, 04 April 2020

Baru Pulang dari Surabaya, Seorang Santri Terdeteksi Memiliki Gejala Covid-19 Saat Tiba di Bandara SSK II Pekanbaru


PEKANBARU - Seorang santri laki-laki berinisial IM (16), yang baru saja mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, diamankan otoritas bandara karena menunjukkan gejala virus Corona, dan ditetapkan menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Informasi yang dihimpun GoRiau, Santri berinisial IM itu baru saja melakukan penerbangan dari Surabaya, dan mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru pada hari Jumat (3/4/2020) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kemudian saat diperiksa oleh petugas bandara menggunakan thermal scanner, suhu badan santri tersebut mencapai 38.7 derajat Celsius. Karena suhunya diatasi standar manusia sehat, kemudian petugas bandara membawa santri tersebut ke Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan setelah diperiksa kondisinya dalam keadaan panas, batuk, dan pilek.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SSK II Pekanbaru, Syarifuddin. Ia mengatakan, setelah didapati memiliki suhu tinggi, santri tersebut langsung dibawa ke klinik KKP dan benar santri itu memiliki gejala Covid-19.

''Iya dari Surabaya dia. Kemaren naik Jt 982, terdeteksi dari termalscaner 38.7, langsung diobserfasi di klinik KKP, dan benar, ada gejala Covid-19. Selanjutnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru," terang Syarifuddin. By Goriaucom
© Copyright 2020 Magazine Web Siantardzgn.com | All Right Reserved